Dampak Pandemik Corona Terhadap Ekonomi Masyarakat

Stoide – Sehubungan dengan semakin merebaknya virus corona yang melanda seluruh dunia maka pemerintah banyuwangi secara sigap menerapkan aturan ketat mengenai masyarakat yang hendak bepergian. Salah satu yang diaplikasikan adalah pengecekan suhu tubuh calon penumpang kereta api menggunakan alat pengukur suhu tubuh. Hal ini didasari oleh semakin meningkatnya pasien terduga corona yang terjadi di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Pemerintah kabupaten banyuwangi sendiri belum menentukan sikap tegas terkait dengan keputusan lockdown daerah. Hingga saat ini pemerintah banyuwangi hanya melakukan pembatasan jam aktivitas. Selama wabah corona yang melanda indonesia, pemerintah kabupaten banyuwangi sendiri telah melakukan langkah sigap sejak awal berupa penyemprotan dan juga pembatasan aktivitas luar ruangan yang dilaksanakan dengan pembatasan jam aktivitas yakni mulai jam 4 sore dihimbau para masyarakat sudah menghindari aktivitas diluar ruangan apabila tidak perlu.

Praktek pembatasan aktivitas dan juga pemberlakuan pengetesan suhu tubuh menggunakan alat pengukur suhu tubuh berakibat pada minimnya pengguna moda transportasi massal. Dilihat dari jumlah penumpang kereta api sendiri sangat terlihat penurunan jumlah penumpang yang lumayan signifikan. Hal ini masih belum berakibat langsung kepada ekonomi masyarakat banyuwangi sendiri. Banyaknya alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan oleh masyarakat banyuwangi membuat roda perekonomian masih berjalan dengan kondusif.

Dampak signifikan dari pembatasan moda transportasi yang paling terasa adalah pada bidang pariwisata, dimana mayoritas tempat wisata banyuwangi terlihat sepi dari para wisatawan baik wisatawan lokal maupun internasional. Dampak perekonomian daerah sekitar tempat wisata terlihat sangat mengkhawatirkan dimana mayoritas warga menggantungkan hidupnya pada industri pariwisata yang notabene merupakan penyumbang pendapatan daerah yang cukup signifikan di daerah banyuwangi.

alat pengukur suhu

Terpaksa Beralih Profesi

Bagi masyarakat di sekitar daerah wisata di banyuwangi memang dampaknya sangat signifikan, nyaris tidak ada pendapatan yang didapatkan oleh masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari industri pariwisata, beberapa masyarakat mengakali keadaan ini dengan beralih profesi sementara menjadi buruh pasar atau membuat kerajinan tangan yang bisa dijual ke luar daerah. Memang dengan beralih profesi sementara masyarakat tidak bisa merasakan pemasukan seperti hari biasa sebelum datangnya wabah corona.

Banyak masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah mengeluhkan dengan adanya pembatasan aktivitas luar ruangan yang diakibatkan oleh wabah corona yang menyerang ini. Rata-rata yang dikeluhkan oleh kebanyakan masyarakat adalah menurunnya pendapatan secara drastis yang mengakibatkan banyak masyarakat yang tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Hingga saat ini masih belum ada langkah pasti yang dilakukan oleh pemerintah banyuwangi guna menanggulangi masalah ekonomi masyarakat kelas menengah kebawah yang mengeluhkan minimnya pemasukan akibat adanya dampak virus corona.

Menyikapi langkah pemerintah daerah banyuwangi ini, DPC Partai Demokrat mengikuti instruksi dari Ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono mendesak pemerintah daerah banyuwangi segera menggelontorkan dana bantuan langsung tunai bagi masyarakat kelas menengah kebawah yang minim pemasukan akibat adanya pandemi virus corona. Himbauan untuk segera menggelontorkan dana bantuan langsung tunai untuk masyarakat kecil ini disampaikan secara langsung oleh ketua DPC partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.

Desakan yang datang dari berbagai pihak ini disambut baik oleh bupati Banyuwangi Azwar Anas. Beliau berjanji untuk segera merealisasi program bantuan langsung tunai yang diperuntukkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masih menunggu keputusan beberapa staff daerah kabupaten untuk segera merealisasi cairnya dana bantuan ini.

Terhambatnya Roda Ekonomi Akibat Wabah Corona

Pedagang kaki lima di daerah Genteng kabupaten banyuwangi mengeluhkan minimnya jumlah pembeli akibat adanya wabah corona ini. Para pedagang mengaku terpaksa berjualan di tengah wabah corona karena tidak ada pilihan lain untuk memberi makan anak istri dirumah. Kondisi ini berakibat sangat fatal bagi para pedagang kaki lima di daerah banyuwangi. Omzet yang mereka dapatkan tidak sampai setengah dari pendapatan hari biasa sebelum adanya wabah virus corona.

Beberapa pedagang sendiri mengaku harus beralih profesi sementara untuk mengakali minimnya pemasukan akibat wabah virus corona ini. Banyak pedagang kaki lima yang terpaksa beralih profesi menjadi buruh pasar atau turun ke ladang untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari hari. Yang membuat miris adalah masih ada saja pedagang yang terpaksa tetap berjualan meskipun nyaris tidak ada pembeli, rata-rata pedagang yang masih memaksakan diri untuk berjualan di tengah wabah virus corona ini mengaku tidak punya alternative pendapatan lain selain berjualan kaki lima. 

Datang Ke Bank Diwajibkan Tes Suhu Tubuh

Kebijakan tes suhu tubuh yang dilakukan oleh hampir semua kantor bank di kabupaten banyuwangi ini dilakukan sejak hampir satu bulan yang lalu. Kebijakan tes suhu tubuh menggunakan alat pengukur suhu tubuh yang disediakan oleh pihak bank dilakukan untuk memonitor para nasabah untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang marak terjadi di kabupaten banyuwangi. Kebijakan ini disambut baik oleh para nasabah karena mereka merasa lebih aman ketika masuk bank melihat adanya pengecekan suhu tubuh ini.

Namun tidak semua nasabah merasa aman dengan adanya pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh pihak bank ini. Ada juga nasabah yang merasa takut dan memutuskan untuk mengurungkan niatnya datang ke kantor bank karena tidak terbiasa melihat prosedur yang ketat seperti ini. Sangat disayangkan memang tidak sedikit masyarakat yang takut dengan prosedur seperti ini, padahal tujuan dari prosedur pengecekan ini memiliki tujuan baik.

Selain di bank, penerapan pengukuran suhu tubuh ini juga diterapkan di pelabuhan ketapang gilimanuk yang bertujuan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Para pengendara yang memiliki suhu tubuh diatas 35 derajat celcius dinyatakan tidak boleh melakukan penyeberangan. Pengecekan ini sendiri tidak berakibat langsung terhadap penurunan jalur distribusi bahan pokok dari banyuwangi ke bali, karena jalur distribusi masih tetap dibuka untuk menjaga pasokan sembako ke daerah bali.

Dampak dari mewabahnya virus corona ini sendiri juga dapat dilihat dari sedikitnya jamaah yang mengikuti ibadah sholat jumat di masjid jami’ kecamatan genteng. Jamaah yang mengikuti ibadah sholat jumat ini terhitung lebih sedikit dari jumlah rata-rata sebelum adanya wabah virus corona. Jika pada hari biasa shaf shalat jumat terisi penuh bahkan hingga meluber, pada jumat  17 april 2020 kemarin tidak sampai memenuhi shaf masjid seperti biasanya.

Himbauan dari para ulama dan juga pemerintah daerah untuk membatasi aktivitas sosial di luar rumah ini sudah mulai diikuti oleh mayoritas masyarakat kabupaten banyuwangi. Meskipun banyak masyarakat yang mengaku mengeluh dengan pembatasan aktivitas sosial luar ruangan yang berimbas pada roda perekonomian masyarakat kelas menengah kebawah, namun mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan finansial. Pemerintah daerah sendiri masih menggodok keputusan untuk mengeluarkan bantuan langsung tunai untuk masyarakat yang secara ekonomi terdampak langsung akibat virus corona. Bupati banyuwangi Azwar Anas berjanji akan segera menyelesaikan masalah finansial yang diderita oleh masyarakat kelas menengah kebawah akibat adanya wabah virus corona. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *